Descending Triangle
Pola ChartSupport horizontal + resistance turun. Biasanya breakdown ke bawah.
Apa itu Descending Triangle?
Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle dan merupakan pola chart continuation atau reversal yang terbentuk oleh dua garis: Support (Dukungan) horizontal di bagian bawah dan garis tren turun yang menghubungkan puncak-puncak yang semakin rendah di bagian atas. Pola ini mencerminkan kondisi di mana penjual terus menekan harga turun (membentuk lower highs), sementara pembeli bertahan di level support yang sama. Tekanan yang terkompresi akhirnya memicu Breakdown yang biasanya ke arah bawah.
Validasi Pola
Minimal dua sentuhan di support horizontal dan dua puncak yang semakin rendah di garis tren turun diperlukan. Volume menurun selama pembentukan segitiga dan melonjak saat breakdown untuk konfirmasi. Pola ini paling andal sebagai continuation dalam Downtrend yang sudah berjalan, tapi juga bisa menjadi pola reversal jika muncul di puncak Uptrend setelah harga gagal membuat higher high. Timeframe H4 dan D1 memberi sinyal paling bersih dengan false signal yang minimal.
Strategi Entry
Entry sell saat candle close di bawah support horizontal dengan volume meningkat, atau gunakan sell stop di bawah support. Stop Loss di atas puncak terakhir dalam segitiga. Target proyeksi: ukur tinggi atas segitiga (jarak vertikal dari puncak pertama ke support) dan proyeksikan ke bawah dari titik breakdown. Trader Indonesia sering memakai pola ini pada pair USD/JPY dan GBP/USD yang memiliki tren turun yang jelas. Selalu kombinasikan dengan Risk-Reward Ratio (R:R) minimal 1:2. Lihat Panduan Pemula.