ForexVue

Stop Loss

Jenis Order

Order otomatis menutup posisi saat harga bergerak berlawanan ke level tertentu. Membatasi kerugian maksimum.

Apa itu Stop Loss?

Stop loss (SL) adalah order otomatis yang menutup posisi Anda saat harga bergerak berlawanan sampai level tertentu. SL adalah alat terpenting dalam manajemen risiko Forex dan pembeda utama antara trader profesional dan pemula yang akhirnya kehilangan seluruh modal. Untuk posisi Long (Beli), SL dipasang di bawah harga masuk; untuk posisi Short (Jual), SL dipasang di atas. Contoh: beli EUR/USD di 1,0850, pasang SL di 1,0820 = risiko maksimum 30 Pip. Gunakan Kalkulator Ukuran Posisi untuk menyesuaikan ukuran lot dengan jarak SL.

Peringatan: JANGAN pernah trading tanpa stop loss. Banyak trader Indonesia kehilangan seluruh modal karena tidak memasang SL, membiarkan floating loss membesar hingga Margin Call atau Stop Out Level. Selalu pasang SL sejak order dibuka.

Cara Memasang SL yang Efektif

SL harus dipasang di level teknikal yang logis, bukan angka sembarang. Posisi long: di bawah Support (Dukungan) terdekat atau di bawah swing low; posisi short: di atas Resistance (Hambatan) atau swing high. Jarak SL minimal 1,5x Average True Range (ATR) harian agar tidak terkena noise pasar biasa. Kombinasikan dengan Take Profit pada Risk-Reward Ratio (R:R) minimal 1:2.

SL dan Risk Management untuk Modal Kecil

Aturan emas: jangan pernah risiko lebih dari 1-2% modal per trade. Dengan akun Rp 7,7 juta ($500), risiko maksimum per trade adalah Rp 77 ribu-155 ribu. Broker BAPPEBTI dan internasional sama-sama mendukung SL otomatis di MetaTrader. Baca Panduan Pemula untuk strategi SL lengkap.