Stochastic Oscillator
Indikator TeknikalIndikator momentum membandingkan harga penutupan dengan range harga. 0-100, atas 80 overbought, bawah 20 oversold.
Apa itu Stochastic Oscillator?
Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan saat ini dengan range tinggi-rendah selama n periode (default 14). Dikembangkan oleh George Lane, indikator ini berdasarkan observasi bahwa saat pasar Uptrend, harga penutupan cenderung mendekati high; saat Downtrend, dekat low. Nilai berkisar 0-100 dan ditampilkan sebagai dua garis: %K (cepat, hijau) dan %D (lambat, merah - rata-rata sederhana 3 periode dari %K).
Membaca Sinyal Stochastic
Di atas 80 menandakan Overbought (kemungkinan pullback), di bawah 20 menandakan Oversold (kemungkinan rebound). Sinyal trading paling valid: %K memotong %D dari bawah ke atas di zona oversold (Long (Beli)), atau %K memotong %D dari atas ke bawah di zona overbought (Short (Jual)). Divergence antara Stochastic dan harga adalah sinyal paling kuat untuk antisipasi pembalikan tren.
Penggunaan di Pasar Forex Indonesia
Stochastic paling efektif di pasar Range atau Consolidation, seperti EUR/USD di sesi Asia (07:00-15:00 WIB). Di pasar trending kuat, Stochastic bisa tetap di overbought atau oversold untuk waktu lama tanpa pembalikan. Kombinasikan dengan Average Directional Index (ADX) untuk filter: gunakan Stochastic hanya saat ADX di bawah 20. Baca Panduan Pemula.
Istilah Terkait
RSI (Relative Strength Index)
Indikator momentum yang mengukur kecepatan dan arah perubahan harga dalam skala 0-100. Di atas 70 menandakan overbought, di bawah 30 menandakan oversold.
Williams %R
Oscillator mirip Stochastic terbalik. 0 sampai -100, atas -20 overbought, bawah -80 oversold.
Momentum Indicator
Mengukur kecepatan perubahan harga. Identifikasi tren menguat atau melemah.