Average True Range (ATR)
Indikator TeknikalIndikator mengukur volatilitas rata-rata. Menentukan jarak stop loss dan take profit.
Apa itu ATR?
Average True Range (ATR) adalah indikator yang mengukur Volatilitas rata-rata harga selama n periode terakhir (default 14). Dikembangkan oleh J. Welles Wilder, ATR tidak memberi arah pasar, hanya besaran pergerakan harga. ATR yang tinggi menandakan volatilitas tinggi (harga bergerak dalam range lebar), sedangkan ATR rendah menunjukkan pasar relatif tenang. ATR ditampilkan dalam satuan yang sama dengan harga (misalnya pip untuk Forex).
Cara Menggunakan ATR untuk Stop Loss
Penggunaan paling populer: menentukan jarak Stop Loss secara objektif. Aturan umum profesional: SL minimal 1,5 sampai 2x ATR. Contoh: ATR harian EUR/USD = 80 Pip, maka SL di posisi Swing Trading minimal 120-160 pip agar tidak terkena noise pasar biasa. Untuk Day Trading di timeframe H1, gunakan ATR H1. Prinsip ini mencegah SL terlalu sempit yang membuat trade tertutup prematur.
ATR untuk Position Sizing
Setelah menentukan jarak SL dari ATR, kombinasikan dengan Position Sizing: makin lebar SL, makin kecil ukuran lot agar risiko per trade tetap di 1-2% modal. Trader Indonesia sering mengabaikan ATR dan memasang SL arbitrer 20-30 pip untuk semua pair, yang justru sering stop out di pair volatil seperti GBP/JPY atau USD/IDR. Gunakan Kalkulator Ukuran Posisi dan lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Volatilitas
Tingkat perubahan harga dalam periode. Volatilitas tinggi = harga berubah cepat dan besar.
Bollinger Bands
Indikator volatilitas yang menggunakan satu moving average dengan dua band berjarak 2 standar deviasi di atas dan bawah. Mengukur seberapa jauh harga sudah bergerak.
Keltner Channel
Mirip Bollinger Bands tapi pakai ATR untuk band atas/bawah.
Trailing Stop
Stop loss yang bergerak mengikuti harga saat trade profit. Melindungi keuntungan sambil membiarkan posisi berjalan.