Bollinger Bands
Indikator TeknikalIndikator volatilitas yang menggunakan satu moving average dengan dua band berjarak 2 standar deviasi di atas dan bawah. Mengukur seberapa jauh harga sudah bergerak.
Apa itu Bollinger Bands?
Bollinger Bands diciptakan oleh John Bollinger pada 1980-an dan menjadi salah satu indikator volatilitas paling populer di Forex. Terdiri dari tiga garis: garis tengah berupa Simple Moving Average (SMA) 20 periode (SMA 20), band atas yang berjarak 2 standar deviasi di atas SMA, dan band bawah yang berjarak 2 standar deviasi di bawah SMA. Band ini secara otomatis menyesuaikan dengan tingkat Volatilitas pasar saat ini.
Cara Membaca Band
Band yang melebar = volatilitas tinggi (sering setelah berita besar atau saat tren kuat). Band yang menyempit = volatilitas rendah (pasar tenang, sering sebelum pergerakan besar). Saat band sangat menyempit (Bollinger Squeeze), sering menjadi pertanda akan terjadi Breakout besar dalam waktu dekat. Saat harga menyentuh band atas dalam pasar ranging, sering menjadi sinyal Overbought. Saat menyentuh band bawah, sering menjadi sinyal Oversold.
Strategi dan Peringatan
Dalam pasar trending kuat, harga bisa "berjalan" di sepanjang band atas atau bawah selama berhari-hari, jadi jangan langsung menafsirkan sentuhan band sebagai sinyal pembalikan. Selalu kombinasikan dengan RSI (Relative Strength Index) atau MACD (Moving Average Convergence Divergence) untuk konfirmasi. Trader Indonesia sering pakai Bollinger Squeeze sebagai sinyal awal untuk strategi breakout malam hari saat sesi London-NY overlap. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Keltner Channel
Mirip Bollinger Bands tapi pakai ATR untuk band atas/bawah.
Donchian Channel
Menampilkan harga tertinggi dan terendah dalam n periode. Basis Turtle Trading System.
Volatilitas
Tingkat perubahan harga dalam periode. Volatilitas tinggi = harga berubah cepat dan besar.
Average True Range (ATR)
Indikator mengukur volatilitas rata-rata. Menentukan jarak stop loss dan take profit.