Margin Call
Manajemen RisikoPeringatan dari broker saat margin level akun Anda turun di bawah ambang batas tertentu, menandakan risiko posisi Anda akan ditutup paksa.
Apa itu Margin Call?
Margin call adalah peringatan yang dikirim broker saat Margin Level akun Anda turun di bawah level tertentu, biasanya 100%. Artinya kerugian saat ini sudah hampir menghabiskan Free Margin yang tersedia, dan Anda berisiko mengalami stop-out (penutupan posisi paksa oleh broker untuk mencegah saldo negatif).
Contoh dengan Akun IDR
Anda memiliki saldo 10.000.000 IDR (sekitar 650 USD) dan membuka 0,1 lot EUR/USD dengan Leverage (Daya Ungkit) 1:100. Margin yang dibutuhkan sekitar 130 USD atau 2.000.000 IDR. Jika harga bergerak melawan Anda 100 Pip, kerugian sekitar 100 USD atau 1.500.000 IDR, equity turun ke 8.500.000 IDR. Margin level masih sehat, tapi 3 kali rugi seperti ini dan margin call akan muncul.
Cara Menghindari
Selalu gunakan Stop Loss, leverage efektif rendah (jangan pakai maksimum), jaga margin level di atas 500%, dan jangan pernah risiko lebih dari 1-2% modal per transaksi. Coba Kalkulator Margin sebelum buka posisi untuk memastikan margin yang dibutuhkan masuk akal. Lihat Forex untung? untuk manajemen risiko lengkap.
Istilah Terkait
Stop Out Level
Level margin di mana broker mulai menutup posisi otomatis. Biasanya 20-50%.
Margin Level
Rasio antara equity dan used margin dalam persen. Di bawah 100% berisiko stop out.
Margin
Jumlah uang yang harus disetor sebagai jaminan untuk membuka dan mempertahankan posisi leverage. Margin bukan biaya.
Leverage (Daya Ungkit)
Alat yang memungkinkan Anda mengendalikan posisi lebih besar dengan modal lebih kecil. Leverage 1:100 = kendalikan $100,000 dengan $1,000.