Stop-Limit Order
Jenis OrderGabungan stop order dan limit order. Saat harga mencapai stop, membuat limit order (bukan market order).
Apa itu Stop-Limit Order?
Stop-Limit Order adalah kombinasi antara Stop Order dan Limit Order yang memberi kontrol harga eksekusi lebih ketat. Stop-Limit memiliki dua parameter: stop price (trigger) dan limit price (batas maksimum atau minimum eksekusi). Saat harga pasar mencapai stop price, sistem membuat limit order di limit price yang ditentukan, bukan market order seperti stop biasa. Ini menghindari eksekusi di harga yang jauh dari harapan akibat Slippage saat volatilitas tinggi.
Cara Kerja dengan Contoh
Misalnya EUR/USD sedang di 1,0850 dan Anda ingin buy breakout di atas 1,0870. Dengan Buy Stop-Limit: stop price di 1,0870 (trigger), limit price di 1,0875 (maksimum eksekusi). Ketika harga menyentuh 1,0870, sistem membuat Buy Limit di 1,0875. Jika harga naik cepat ke 1,0880 tanpa sentuhan di 1,0875, order tidak tereksekusi dan Anda melewatkan breakout tapi menghindari slippage. Jika harga bergerak normal dan kembali ke 1,0875 atau lebih rendah, Anda masuk posisi di 1,0875 atau lebih baik.
Kapan Pakai Stop-Limit
Stop-Limit paling berguna saat trading di pasar yang cenderung gap atau saat likuiditas rendah, misalnya pair Pair Eksotis atau trading di luar sesi London-NY. Juga cocok untuk trader yang ingin kontrol ketat atas harga eksekusi dan rela melewatkan setup daripada terkena slippage besar. Kekurangan utama: saat breakout sangat kuat dan cepat, order Anda bisa terlewat sepenuhnya dan Anda melihat pergerakan besar tanpa posisi. Trader Indonesia sebaiknya menggunakan stop-limit di broker yang mendukungnya. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Stop Order
Order yang menjadi market order saat harga mencapai level tertentu. Buy stop di atas harga, sell stop di bawah.
Limit Order
Order yang dieksekusi hanya di harga tertentu atau lebih baik. Buy limit di bawah harga, sell limit di atas.
Stop Loss
Order otomatis menutup posisi saat harga bergerak berlawanan ke level tertentu. Membatasi kerugian maksimum.
Slippage
Selisih antara harga yang Anda harapkan saat memasang order dan harga eksekusi yang sebenarnya. Disebabkan volatilitas tinggi atau likuiditas pasar yang rendah.