ForexVue

Commodity Channel Index (CCI)

Indikator Teknikal

Oscillator mengukur harga relatif terhadap rata-rata. Atas +100 overbought, bawah -100 oversold.

Apa itu Commodity Channel Index?

Commodity Channel Index (CCI) adalah indikator momentum oscillator yang diciptakan oleh Donald Lambert pada 1980 untuk membantu trader mengidentifikasi kondisi Overbought dan Oversold di pasar komoditas. Meskipun namanya menyebutkan "commodity", CCI juga sangat efektif untuk trading forex, saham, dan indeks. CCI mengukur deviasi harga saat ini dari rata-rata statistik harga historis, dengan nilai positif menunjukkan harga di atas rata-rata dan nilai negatif menunjukkan harga di bawah rata-rata.

Cara Membaca CCI

CCI biasanya berfluktuasi antara -200 dan +200 tapi tidak memiliki batas atas atau bawah teoritis. Interpretasi standar: (1) CCI di atas +100 menandakan kondisi overbought dan potensi pembalikan turun; (2) CCI di bawah -100 menandakan oversold dan potensi pembalikan naik; (3) level ekstrem (+200 atau -200) adalah sinyal kondisi trending yang sangat kuat atau pembalikan imminent. Default periode CCI adalah 14 atau 20, tapi trader bisa menyesuaikan sesuai gaya trading mereka: periode lebih pendek untuk sinyal lebih sering tapi lebih banyak noise.

Strategi Trading CCI

Beberapa strategi populer menggunakan CCI: (1) Cross zero strategy - buy saat CCI cross ke atas 0 atau -100, sell saat cross ke bawah 0 atau +100; (2) Divergence trading - ketika harga dan CCI bergerak berlawanan, itu adalah sinyal pembalikan yang kuat; (3) Trend following - gunakan CCI untuk mengidentifikasi kekuatan tren, dengan CCI di atas +100 sebagai konfirmasi uptrend kuat. CCI paling efektif di kombinasi dengan indikator lain seperti RSI (Relative Strength Index) atau price action. Trader Indonesia bisa menggunakan CCI di timeframe H1-D1 untuk hasil optimal. Lihat Panduan Pemula.