Hammer (Palu)
Pola CandlestickPola candlestick bullish reversal yang muncul di dasar downtrend. Ciri khas: body kecil di atas dan shadow bawah panjang minimal dua kali body.
Apa itu Hammer?
Hammer (palu) adalah pola candlestick-patterns bullish reversal klasik yang muncul di dasar sebuah Downtrend. Bentuknya khas: body candle kecil di bagian atas, shadow bawah panjang (minimal 2 kali panjang body), dan shadow atas pendek atau bahkan tidak ada. Pola ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut, penjual mencoba mendorong harga lebih rendah, tapi pembeli berhasil mengembalikan harga mendekati level pembukaan, menandakan dominasi mulai bergeser.
Cara Membacanya
Hammer mengindikasikan kemungkinan kelelahan penjual dan potensi pembalikan ke arah atas. Namun, hammer sendiri tidak cukup. Syarat valid: harus muncul setelah Downtrend yang jelas, dan harus dikonfirmasi oleh candle bullish berikutnya yang ditutup di atas high hammer. Jangan pernah masuk posisi di candle yang sama dengan hammer terbentuk, karena pola belum dikonfirmasi dan sering terjadi false signal.
Strategi Entry untuk Trader Indonesia
Entry pada konfirmasi (candle hijau berikutnya), Stop Loss sedikit di bawah shadow bawah hammer, target minimal 1,5x atau 2x risk. Hammer paling kuat saat muncul tepat di level Support (Dukungan) kunci, level Fibonacci Retracement 61.8%, atau Moving Average (MA) populer (MA 50, MA 200). Trader Indonesia sering mencari hammer di chart H4 dan Daily karena memberi sinyal lebih andal. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Inverted Hammer
Candle pembalikan naik dengan body kecil bawah, shadow atas panjang. Di dasar downtrend.
Hanging Man
Bentuk sama dengan hammer tapi di puncak uptrend. Sinyal pembalikan turun.
Shooting Star (Bintang Jatuh)
Candle pembalikan turun: body kecil bawah, shadow atas panjang. Di puncak uptrend.
Doji
Pola candlestick dengan harga buka dan tutup hampir sama, membentuk badan yang sangat kecil. Menunjukkan keragu-raguan pasar dan sering jadi sinyal awal pembalikan tren.