ForexVue

Quantitative Easing (QE)

Kebijakan Moneter

Bank sentral beli obligasi untuk tambah likuiditas. Dipakai saat suku bunga sudah 0%. Mata uang lemah.

Apa itu Quantitative Easing?

Quantitative Easing (QE) adalah kebijakan moneter non-konvensional di mana Bank Sentral membeli obligasi pemerintah dan aset lain dalam jumlah besar untuk menambah Jumlah Uang Beredar dan menekan Suku Bunga jangka panjang. QE biasanya digunakan sebagai "senjata terakhir" ketika suku bunga konvensional sudah mendekati 0% dan bank sentral tidak bisa memangkasnya lebih rendah lagi. Tujuannya: merangsang pinjaman, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Sejarah dan Contoh QE Besar

QE modern pertama kali digunakan secara luas oleh Federal Reserve (Fed) setelah krisis finansial 2008 (QE1, QE2, QE3) yang total mencetak sekitar $4 triliun ke dalam sistem finansial. Program QE terbesar terjadi saat pandemi COVID-19 (Maret 2020 - Maret 2022), ketika Fed, ECB, dan BoJ bersama-sama menambahkan triliunan dolar ke neraca mereka. Akibatnya, aset berisiko melonjak, USD melemah, dan Inflasi global meningkat tajam pada 2021-2022.

Dampak QE pada Forex dan Trader Indonesia

QE biasanya menyebabkan mata uang negara tersebut melemah karena supply uang meningkat dan suku bunga rendah membuat aset kurang menarik. Saat Fed melakukan QE, USD melemah dan capital inflow masuk ke emerging market seperti Indonesia, memperkuat IDR. Namun saat Fed mulai mengurangi QE (disebut Tapering), capital reversal sering terjadi dan IDR melemah tajam (taper tantrum 2013). Kebalikan QE adalah Quantitative Tightening (QT). Lihat Panduan Pemula.

Siap trading live?

Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.

Buka akun Exness → Bandingkan alternatif: XM Group · XTB

78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.