Resistance (Hambatan)
Price ActionLevel harga di mana daya jual cukup kuat menahan harga tidak naik lebih jauh.
Apa itu Resistance?
Resistance adalah level harga di mana tekanan jual cukup kuat untuk menahan harga naik lebih jauh. Ini kebalikan dari Support (Dukungan). Di level resistance, penawaran (supply) melampaui permintaan (demand), sehingga harga sulit menembus ke atas. Resistance terbentuk dari psikologi trader: banyak yang memasang order jual di level tersebut karena pernah menjadi titik reversal di masa lalu, atau dari level teknikal seperti swing high sebelumnya.
Identifikasi Resistance di Chart
Cara paling umum: tarik garis horizontal di puncak-puncak sebelumnya (swing high) yang dites minimal 2-3 kali. Makin sering level itu dites tanpa tembus, makin kuat resistance-nya. Trader Indonesia juga menggunakan Fibonacci Retracement 61,8% atau 78,6%, level round number (misalnya USD/IDR 16.000), dan Moving Average (MA) 200 sebagai resistance dinamis. Indikator RSI (Relative Strength Index) di zona overbought (>70) sering mengkonfirmasi level resistance.
Breakout dan Role Reversal
Saat harga menembus resistance dengan volume tinggi (Breakout), level tersebut sering berubah fungsi menjadi support baru - fenomena ini disebut role reversal. Strategi populer: tunggu retest ke resistance lama yang jadi support, lalu masuk Long (Beli) dengan Stop Loss di bawah level itu. Hati-hati Fakeout saat likuiditas rendah (dini hari WIB). Baca Panduan Pemula.